Point-to-Point Protocol over Ethernet (PPPoE) adalah metode distribusi koneksi internet yang paling banyak digunakan oleh pengelola RT/RW Net maupun Internet Service Provider (ISP) untuk melayani pelanggan rumahan. Dibandingkan IP statis biasa, PPPoE menawarkan keamanan autentikasi username/password, isolasi trafik antar pelanggan, serta manajemen limitasi bandwidth yang jauh lebih rapi.
1. Persiapan Topologi & Interface
Sebelum mengaktifkan layanan PPPoE Server, pastikan router MikroTik Anda sudah memiliki koneksi internet yang stabil dari jalur ISP (WAN) dan Anda telah menentukan interface mana yang akan mengarah ke jaringan distribusi pelanggan (misalnya ether3-distribusi atau bridge-pppoe).
Sebagai praktik terbaik, Anda tidak perlu memasang IP Address pada interface yang khusus digunakan untuk distribusi murni PPPoE, sehingga pelanggan tidak bisa terhubung ke internet hanya dengan menebak alamat IP statis.
2. Membuat Rentang Alamat IP (IP Pool)
Langkah pertama di dalam Winbox adalah menyiapkan daftar alamat IP yang nantinya akan diberikan secara otomatis kepada router rumah (ONT/ONU) milik pelanggan ketika mereka berhasil melakukan dial-up PPPoE.
- Buka menu IP → Pool pada aplikasi Winbox, lalu klik tombol tambah (+).
- Isi kolom Name dengan nama yang mudah dikenali, misalnya
pool-pppoe-pelanggan. - Isi kolom Addresses dengan rentang IP privat yang ingin dialokasikan, contohnya
10.10.10.2-10.10.10.254(jangan masukkan10.10.10.1karena alamat tersebut akan kita gunakan sebagai Local Address / gateway).
3. Mengatur Paket Bandwidth (PPP Profile)
Setelah IP Pool tersedia, buatlah profil paket kecepatan pelanggan pada menu PPP → Profiles. Anda dapat membuat beberapa profil sesuai paket berlangganan yang Anda tawarkan (misalnya Paket 10 Mbps, 20 Mbps, dan 50 Mbps).
- Pada tab General, beri nama profil (contoh:
Paket-10Mbps). - Isi Local Address dengan
10.10.10.1dan pilih Remote Address menggunakanpool-pppoe-pelanggan. - Isi DNS Server dengan DNS publik atau DNS lokal router Anda (contoh:
8.8.8.8, 1.1.1.1). - Pindah ke tab Limits, lalu isi kolom Rate Limit (rx/tx) sesuai kapasitas paket, misalnya
10M/10M, serta pilih opsi Only One: yes agar satu akun tidak bisa dipakai di dua perangkat sekaligus.
4. Mengaktifkan Layanan PPPoE Server
Selanjutnya, masuk ke menu PPP → tab PPPoE Servers dan tambahkan server baru:
- Service Name: Isi nama layanan Anda (contoh:
PNetwork-PPPoE). - Interface: Pilih interface distribusi yang mengarah ke OLT atau switch pelanggan.
- One Session Per Host: Centang opsi ini untuk mencegah duplikasi sesi dari MAC address yang sama.
5. Membuat Akun Pelanggan (PPP Secret)
Langkah terakhir adalah mendaftarkan username dan password pelanggan pada menu PPP → Secrets. Pilih Service: pppoe dan arahkan Profile ke paket bandwidth yang sesuai. Jika Anda ingin membuat puluhan akun PPPoE sekaligus secara otomatis, Anda dapat memanfaatkan Tool PPPoE Secret Generator gratis dari PNetwork.